Kamis, 02 Januari 2014

Ngecas Ponsel Pake WI-FI

Wi-Fi Tak Hanya Untuk Internetan, Tapi Juga Ngecas Ponsel

(blog.opendns.com)
Bluetooth sejatinya sudah menyajikan interkoneksi nirkabel yang hampir mendekati kesempurnaan. Namun masih ada jenis interkoneksi nirkabel lainnya yang lebih stabil, yaitu Wireless Fidelity (Wi-Fi).
Mulanya Wi-Fi diperuntukkan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Lokal (LAN) dalam ruangan, namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Pada dasarnya, Bluetooth dan Wi-Fi sama-sama berjalan di sinyal radio pada rentang frekuensi 2.4 Gigahertz.

Namun, Bluetooth menggunakan spread spectrum frequency hopping (SSFH), sedangkan Wi-Fi menggunakan direct sequence spread spectrum (DSSS). Dalam hal penggunaan frekuensi radio, DSSSbertolak belakang dengan SSFH, yang mana SSFH berpindah frekuensi dengan sangat cepat dalam membawa data, sedangkan DSSS hanya menggunakan beberapa rentang frekuensi.
Maka dari itu data yang dikirim melalui Wi-Fi lebih stabil dan lebih cepat dari Bluetooth. Meskipun demikian, penggunaan daya Wi-Fi sepuluh kali lipat lebih tinggi dari Bluetooth. Selain itu sifatnya yang menggunakan frekuensi stabil, Wi-Fi rentan terhadap pembajakan bandwidth.

Wi-Fi Dorong Menjamurnya Hotspot
Teknologi internet berbasis Wi-Fi sendiri dikembangkan oleh sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bernaung di Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) pada tahun 1997, berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16.
Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya bisa bekerja di jaringan Wireless Local Area Network (WLAN),tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN). Perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical).

Sementara itu untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkatWMAN atau juga disebut Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wi-Max) yang berjalan di frekuensi 5 GHz.
Meningkatnya kuantitas pengguna internet berbasis Wi-Fi, mendorong Internet Service Providers (ISP)berlomba-lomba membangun jaringan internet nirkabel (hotspot) di kota-kota besar dunia, termasuk Indonesia. Bahkan hotspot kini sudah bisa di manfaatkan di dalam pesawat dan di bawah laut.

Punya Banyak Kegunaan
Selain untuk internetan, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk berbagai kegunaan, seperti mensinkronisasikannya dengan smartphone, kamera digital, televisi, dan perangkat lainnya yang memiliki Wi-Fi terintergrasi.

Sebagai contoh, bisa menjadikan smartphone sebagai remote control televisi, menstranfer foto dari kamera digital ke smartphone, streaming film dari smartphone ke televisi, streaming audio dari smartphoneke speaker, streaming game dari konsol portabel ke layar yang lebih besar, mencetak foto atau file dokumen dari smartphone ke printer, berguna sebagai router nirkabel, dan lain sebagainya.
Menariknya, interkoneksi Wi-Fi pun dapat digunakan untuk sistem keamanan. Misalnya melalui aplikasitracking 'Find My Phone', Anda bisa melacak perangkat iOS Anda yang hilang menggunakan sinyal Wi-Fi.

Isi Baterai Tanpa Kabel
Bahkan sebentar lagi, dengan memanfaatkan sinyal Wi-Fi, Anda bisa mengisi baterai smartphone tanpa kabel. Perangkat ini memanfaatkan apa yang disebut metamaterial, di mana dapat menangkap gelombang energi dan mengubahnya menjadi arus listrik.
Metamaterial sendiri adalah sebuah struktur teknik yang mampu menampung berbagai bentuk gelombang energi. Dengan menaruh material tertentu, termasuk tembaga, fiberglass, dan juga emas dalam bentuk pola. Semua bahan tersebut dapat digabungkan menjadi 'super' material.
Tegangan yang dihasilkan diklaim lebih kuat dari charger USB. Pencipta dari teknologi inovatif ini adalah dua orang mahasiswa bernama Allen Hawkes dan Alexander Katko dari Universitas Duke Pratt School of Enginering, North Carolina, Amerika Serikat.
Baru baru ini Nokia memperkenalkan sebuah produk terbarunya yaitu Nokia Lumia yang berjalan di OS Windows Phone, salah satu teknologi yang digadang-gadangkan adalahngecas HP tanpa kabel atau lebih dikenal dengan wireless charging atau dengan nama lain inductive charging.



 Bagaimana Cara Kerja Wireless Charging??
   
Wireless Charging adalah teknologi yang menarik untuk di bahas tahun ini, perangkat tidak perlu kabel untuk mengisi baterai. Tentu saja Wireless Charging masih harus di hubungkan ke sumber listrik. Wireless Charging lebih tepat disebut sebagai pengisian induktif karena menggunakan induksi magnet. Singkatnya teknologi ini menggunakan magnet untuk mengirimkan energi. Arus listrik yang mengalir dari sumber listrik (stopkontak) akan bergerak ke Wireless Charging dan menciptakan medan magnet. Kemudian medan magnet menciptakan arus kedalam kumparan dari Smartphone. Kumparan ini terhubung dengan baterai. Jika smartphone tidak memiliki hardware yang tepat, tanpa kumparan yang tepat Wireless Charging tidak akan bekerja.


 Bagaimana Wireless Charging Digunakan Hari Ini??


Untuk bisa menggunakan Smartphone yang berteknologi Wireless Charging, kamu membutuhkan smartphone yang mendukung Wireless Charging dan Wireless Charging Mat untuk menempatkan smartphone. Seperti yang sudah dikabarkan diatas, saat ini smartphone yang mendukung Wireless Charging ada beberapa, yaitu:

­­- Google Nexus 4

- Samsung Galaxy S4: Kamu perlu mengganti Wireless Charging Cover di bagian    belakang Galaxy S4

- HTC Droid DNA

- Nokia Lumia 920 dan Nokia Lumia 820

- iPhone 5: Wireless Charging tidak termasuk dalam dus penjualan iPhone 5 tetapi kamu bisa membelinya sendiri.

Beberapa pengembang/vendor mulai tertarik dengan teknologi ini, Seperti Intel dan Integrated Device Technology telah menandatangani kontrak kerja sama untuk mengembangkan teknologi wireless charging ini.
Berikut ini skema/sistem wireless charging yang dikembangkan oleh IDT

Source: Integrated Device Technologies, Inc (hothardware)
Bayangkan dengan teknologi ini kita bisa mengisi ulang gadget cukup dengan meletakkan dekat dengan sumber wireless, tak perlu lagi repot repot membawa charger kemana-mana .


Masih bingung ?
Adapun dapat kita ambil cara kerjanya dari system wireless power pada laptop


- Gerakkan dari induk ke antena, yang mana adalah terbuat dari Antena tembaga diresonansikan pada suatu frekwensi 6.4MHz, yang memancarkan gelombang elektromagnetis
- Ekor dari antena ' terowongan' atas ke 5m ( 16.4ft)
- Listrik yang diambil oleh antena laptop,yang harus juga diresonansikan pada 6.4MHz. Energi dulu re-charge alat
- Energi yang tidak ditransfer ke laptop yang dilakukan oleh sumber antena. Objek yang lain tidak mempengaruhi ketika resonansi pada 6.4MHz.

Kelebihan dan Kekurangan Wireless Charger
Selain memiliki keunggulan dapat mengisi ulang baterai secara nirkabel metode wireless charging ini secara umum memiliki kelebihan sebagai berikut  :
1.    Lebih praktis karena cukup 1 wireless charger dapat mengisi ulang beberapa alat secara bersamaan
2.    Pemakainya lebih mudah , ringkas dan lebih rapi

Walaupun demikian ,system ini masih memiliki beberapa kekurangan , antara lain :
1.    Efisiensi cukup rendah sehingga menghasilkan panas pada peralatan elektronika
2.    Waktu pengisian ulang sedikit lebih lama dibandingkan dengan mengunakan kabel
3.    Tidak dapat bergerak secara bebas ketika sedang proses pengisian ulang , hal ini berbeda dengan pengisian ulang menggunakan kabel ,dll


Pengembangan system ini terus diupayakan , sehingga diharapkan kekurangan system ini dapat diatasi

1 komentar: